Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bagian-Bagian, Cara Kerja dan Kelistrikan Rice Cooker

Dewasa ini teknologi yang ditemukan manusia semakin hari semakin banyak dan tentu saja bermanfaat. Mulai dari kebutuhan transportasi bahkan sampai kebutuhan makanan. Salah satu contoh teknologi yang sangat bermanfaat adalah rice cooker yang memudahkan manusia dalam memasak nasi. 

Apa sih rahasia dari barang elektronik bernama rice cooker sehingga dapat memasak nasi dengan baik dan otomatis? Ternyata kerja rice cooker tidak lepas dari rangkaian listrik yang dipasang dengan baik agar dapat mendeteksi suhu, memanaskan dan menampilkan indikator berupa lampu. 

Berikut ini kami akan membahas hal hal yang berkaitan tentang rice cooker mulai dari keuntungan rice cooker, komponen-komponen listrik rice cooker, gambar / skema kelistrikan rece cooker dan prinsip / cara kerja rice cooker.

bagian bagian rice cooker

A. Keuntungan Menggunakan Rice Cooker

Berikut ini keuntungan yang akan kamu dapatkan ketika menggunakan rice cooker

1. Praktis

Teknologi yang bernama rice cooker membuat manusia dapat memasak nasi dengan praktis dan tidak ribet. Cukup memasukkan beras yang telah dicuci dan ditambahkan air secukupnya kemudian operasikan rice cooker. Tidak cukup 1 jam nasi pun matang dengan merata.

2. Hemat Biaya

Biaya yang dikeluarkan untuk penggunaan rice cooker hanyalah biaya listrik. 


B.    Bagian-Bagian Rice cooker

Seperti fungsinya, Rice Cooker merupakan alat untuk memasak dan memanaskan nasi. Dari dua fungsi tersebut tentu dapat ditebak bahwa rice cooker memiliki komponen utama berupa komponen pemanas. Nah berikut ini merupakan komponen-komponen listrik dan diagram listrik pada rice cooker.

gambar diagram listrik rice cooker

Saklar

Sakalar pada rice cooker berfungsi untuk merubah mode penanak (cook) menjadi penghangat (warm) begitupun sebaliknya.

Limit Switch

Bentuk fisik Limit Switch pada rice cooker berupa persegi panjang hitam dengan tiga kontak (terminal), yaitu COM, NO dan NC. NO (Normally Open) limit switch pada rice cooker digunakan untuk mode penghangat (warm) sedangkan untuk NC (Normally Close) digunakan untuk mode pemanas (cook).

HT 1 (Heater 1) > Elemen Pemanas

Heater 1 merupakan elemen pemanas pada rice cooker yang berfungsi untuk memanaskan suhu di dalam rice cooker sampai air menguap. Daya yang dikomsumsi heater 1 terbilang besar, yaitu mulai 300 sampai 400 watt.

HT 2 (Heater 2)

Heater 2 merupakan elemen pemanas yang berfungsi untuk menghangatkan nasi dengan suhu yang dihasilkan tidak begitu besar dibandinkan Heater 1. Heater 2 ini berupa seperti kabel yang terbungkus kertas aluminium dan ditempel mengelilingi ruangan dan bagian tutup rice cooker.

T1 (Thermostat 1) > Mode Cook

Thermostat 1 merupakan komponen listrik pada rice cooker yang berfungsi untuk mendeteksi suhu dan ketika suhu mencapai nilai tertentu maka akan merubah hubung listrik dari mode pemanas (cook) ke mode penghangat (warm) melalui limit switch. Thermostat 1 ini bentuknya seperti tabung yang di dalamnya terdapat magnet dan pegas dengan proteksi suhu melebihi 100 derajat celcius.

T2 (Thermostat 2) > Mode Warm

Thermostat 2 merupakan komponen listrik pada rice cooker yang berfungsi untuk menjaga suhu rice cooker agar tetap 80 derajat celcius pada mode penghangatan (warm).

L1dan L2 ( Lampu Indikator 1 dan 2)

Lampu indikator merupakan komponen listrik pada rice cooker yang berfungsi sebagai tanda apakah rice cooker dalam mode pemanas (cook) atau penghangat (warm). Lampu 1 menunjukkan rice cooker dalam mode pemanas dan lampu 2 menunjukkan rice cooker dalam mode penghangat.


C. Prinsip / Cara Kerja Rice Cooker

Prinsip kerja rice cooker dimulai ketika beras telah dimasukkan dan tutup rice cooker di tutup. 

1. Ketika saklar (tuas) ditekan ke bawah maka rice cooker menjadi mode pemanas (cook) hal ini membuat magnet pada Thermostat 1 (T1) menempel pada Heater 1 (HT1) yang terhubung langsung keruangan tempat nasi dimasak. Di saat yang bersamaan Lampu 1 (L1) ON dan menandakan rice cooker dalam mode pemanas (cook).

2. Ketika air di dalam rice cooker habis maka akan menyebabkan kenaikan suhu melebihi 100 derajat celcius dan menyebabkan magnet pada thermostat melemah dan tertarik oleh pegas. Hal tersebut membuat limit switch (LS) tertekan / tersentuh dan memindahkan sambungan  NO ke NC.

3. Perpindahan sambungan NO ke NC membuat aliran listrik terhubung ke Heater 2 (HT2) yang membuat rice cooker masuk ke mode penghangat (warm). Di saat yang bersamaan lampu 2 ON dan menandakan rice cooker dalam mode penghangat (warm).

4. Tadahhh... Beras yang tadi keras kini menjadi nasi yang siap untuk disantap.

Jadi itulah materi tentang keuntungan menggunakan rice cooker, komponen-komponen listrik rice cooker, gambar / skema kelistrikan rece cooker dan prinsip / cara kerja rice cooker. Semoga apa yang telah kami bagikan dapat manambah ilmu pengetahuan dan wawasan kalian, sekian dan terima kasih.

Ashar Arifin
Ashar Arifin Seorang Mahasisiwa Teknik Elektro Yang Gemar Menulis Artikel Dan Berbagi Ilmu Bermanfaat

Post a Comment for "Bagian-Bagian, Cara Kerja dan Kelistrikan Rice Cooker"