Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Induktor : Pengertian, Simbol, Jenis, Fungsi Dan Cara Kerja

Fungsi Dan Jenis Jenis Induktor - Induktor (coil) merupakan salah satu komponen yang sangat berperan dalam suatu rangkaian selain resistor dan kapasitor. 

Fungsinya yang mampu membangkitkan medan ketika dialiri arus lisrik membuat induktor banyak digunakan pada transformator dan relay magnetic. Selain itu relay juga berpedan dalam peralatan elektronik seperti radio karena mampu memfilter frekuensi yang tidak dibutuhkan. 

Di artikel kali ini kami akan membahas tentang pengertian, jenis-jenis, simbol, prinsip dan cara kerja induktor, fungsi, penggunaan dan aplikasi induktor, faktor yang mempengaruhi nilai induktansi.

Pengertian Induktor

Induktor (coil) adalah merupakan komponen elektronika pasif dengan konstruksi berupa susunan lilitan kawat yang membentuk kumparan. Induktor dapat membentuk medan magnet ketika dialiri listrik.

Induktor banyak digunakan pada rangkaian yang berkaitan dengan frekuensi radio dan pembangkit medan magnet. Kemampuan induktor dalam menyimpan energi medan magnet disebut sebagai induktansi dan dinyatakan dalam satuan Henry (H). Dalam rangkaian elektronika, Induktor disimbolkan dengan huruf  “L”.


Jenis Jenis Induktor

fungsi induktor

Induktor terbagi menjadi 6 jenis berdasarkan bentuk dan bahan intinya. Nah berikut ini merupakan jenis-jenis induktor beserta penjelasannya.

1.    Air Core Inductor

Air core inductor merupakan jenis induktor yang menggunakan udara sebagai intinya. 

2.    Ferrite Core Inductor

Ferrite core inductor merupakan jenis induktor yang menggunakan bahan ferit sebagai intinya.

3.    Iron Core Inductor

Iron core inductor merupakan jenis induktor yang menggunakan bahan besi sebagai intinya.

4.    Torroidal Core Inductor

Torrodial core inductor merupakan jenis induktor yang menggunakan inti berbentuk O (seperti donat).

5.    Laminated Core Induction

Laminated core induction merupakan jenis induktor dengan inti yang terdiri dari beberapa lapis lempengan logam yang tertempel secara paralel. Setiap lempengan logam nya diberikan isolator.

6.    Variable Inductor

Variable inductor merupakan jenis induktor yang intinya terbuat dari bahan ferit yang nilai induktansinya dapat diatur sesuai yang diinginkan. Untuk mengatur nilai induktansinya dapat dilakukan dengan cara memutar poros menggunakan obeng. 


Simbol Induktor

Pada rangkaian listrik dan elektronika, komponen berupa induktor memiliki simbol tersendiri. Berikut ini merupakan 4 simbol induktor yaitu simbol induktor inti udara, inti ferit, inti besi dan variabel.

gambar induktor


Prinsip Dan Cara Kerja Induktor

Prindip kerja induktor adalah ketika arus lisrik dialirkan, maka induktor akan mulai menghasilkan medan magnet. Proses tersebut dinamakan dengan fluks magnet.

Medan magnet yang ada pada lilitan membuat inti besi menjadi magnet. Melalui magnet pada inti besi tesebutlah akan terlahir arus listrik. Inti besi tersebut akan tetap menjadi magnet dan menyimpan arus listrik selama induktor tetap dialiri arus listrik.


Fungsi Induktor

Induktor merupakan komponen listrik yang sangat berperan dalam suatu rangkaian elektronika. Pada dasarnya induktor memiliki fungsi utama yaitu untuk menyimpan arus dalam medan magnet dan melawan fluktuasi arus yang melewatinya.

Selain itu, induktor memiliki beberapa fungsi lain yang juga penting dalam suatu rangkaian listrik. Berikut ini merupakan fungsi induktor pada rangkaian listrik AC dan DC.

  1. Menahan atau memblokir arus bolak balik (AC)
  2. Meneruskan arus searah (DC)
  3. Menyimpan arus listrik dalam medan magnet
  4. Menahan perubahan arus agar arus yang mengalir tetap konstan.
  5. Sebagai pembangkit tegangan
  6. Sebagai pembangkit getaran
  7. Sebagai filter (penapis) frekuensi tertentu yang berhubungan dengan frekuensi radio
  8. Sebagai komponen resonator yang bisa beresonansi pada frekuensi tinggi jika dirangkai bersama kapasitor

Dari beberapa fungsi induktor di atas, komponen berupa induktor ini sering digunakan pada peralatan elekrtonik seperti transformator, motor listri, relay, radio, microphone dan selenoid.


Penggunaan Dan Aplikasi Induktor

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa induktor memiliki banyak fungsi sehingga sangat berperan dalam rangakain listrik baik pada rangkaian AC maupun DC. Nah berikut ini merupakan contoh penggunaan atau pengaplikasian induktor dalam peralatan listrik.

1.    Transformator

Secara sederhana transformator terdiri dari dua buah induktor yang terhubung secara magnetic dan berfungsi untuk menaikkan tegangan (pembangkit tegangan).

2.    Motor Listrik

Salah satu komponen penting pada motor induksi 3 phase adalah Laminated Core Induction yang merupakan salah satu jenis induktor.

3.    Relay

Relay dapat bekerja ketika dialiri listrik sehingga menghasilkan medan magnet. Prinsip kerja relay tersebut tidak lepas dari fungsi induktor yang ketika dialiri arus listrk maka akan membentuk medan magnet dan menarik saklar yang terbuat dari logam.

4.    Radio

Induktor sangat berperan penting pada sebuah radio karena dapat memfilter frekuensi tertentu. Induktor terpasang di sistem antena, tuner dan amplifier pada sebuah radio.


Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Induktansi Induktor

Ada beberapa faktor atau hal yang dapat mempengaruhi nilai induktansi pada sebuah induktor. Nah berikut ini merupakan 5 faktor yang mempengaruhi nilai induktansi induktor.

1.    Jumlah Lilitan

Jumlah lilitan berbanding lurus dengan nilai induktansi induktor. Semakin banyak jumlah lilitan pada sebuah induktor maka nilai induktansinya akan semakin tinggi.

2.    Kerapatan Lilitan

Kerapatan lilitan berbanding lurus dengan nilai induktansi. Semakin rapat lilitan suatu induktor maka semakain tinggi pula nilai induktansinya.

3.    Diameter Indukor

Ukuran diamater berbanding lurus dengan nilai induktansi induktor. Semakin besar diameter induktor maka semakin tinggi pula nilai induktansinya.

4.    Permeabilitas Inti

Bahan yang menyusun inti dari induktor seperti udara, besi, ferit akan  mempengaruhi nilai induktansinya. Dalam artian nilai induktansi induktor berbahan besi akan berbeda dengan yang berbahan ferit.

5.    Ukuran Panjang Inti Induktor

Ukuran panjang inti konduktor berbanding terbalik dengan nilai induktansinya. Semakin pendek inti induktor maka semakin tinggi nilai induktansinya.


Baca Juga : 8 Jenis Komponen Elektronika Beserta Fungsinya


Jadi itulah materi yang membahas dan menjelaskan tentang pengertian, jenis-jenis, simbol, prinsip dan cara kerja, fungsi, penggunaan dan aplikasi induktor, faktor yang mempengaruhi nilai induktansi.

Ashar Arifin
Ashar Arifin Seorang Mahasisiwa Teknik Elektro Yang Gemar Menulis Artikel Dan Berbagi Ilmu Bermanfaat

Post a Comment for "Induktor : Pengertian, Simbol, Jenis, Fungsi Dan Cara Kerja"