Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Menggunakan Earth Tester Untuk Mengukur Nilai Tahanan Pentanahan

Pentanahan atau biasa disebut dengan sistem Grounding merupakan suatu alat kelistrikan yang berfungsi untuk mengamankan atau mengalirkan arus gangguan ke tanah. Suatu sistem kelistrikan harus memiliki sistem pentanahan agar dapat menjamin keamanan komponen lain ketika ada gangguan, seperti lonjakan petir.

Berdasarkan bentuknya, pentanahan dibagi menjadi tiga, yaitu pentanahan elektroda batang, elektroda plat dan elektroda pita. Dari ketiga sistem pentanahan tersebut harus memenuhi standar yang ditetapkan dalam PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik). 

Untuk standar nilai tahanan pentanahan diatur dalam PUIL 2000, yaitu nilai resistansi pentanahan total sistem yang berlaku adalah tidak boleh lebih dari 5 Ω. Selain itu, nilai standarisasi tahananan pentanahan diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor Per.02/Men/1989 tentang Pengawasan Instalasi Penyalur Petir yang termuat dalam pasal 54 ayat 1 yang antara lain “Tahanan pembumian dan seluruh sistem pembumian tidak boleh lebih dari 5 ohm”.



Agar dapat mengetahui nilai tahanan pada suatu sistem pentanahan (Grounding) maka harus dilakukan pengukuran dengan menggunakan alat yang bernama Earth Tester atau Resistance Tester. Alat Earth Tester terdiiri dari instrumen pengukuran, 3 kabel, dan dua elektroda bantu. Untuk menggunakan alat Earth Tester atau Resistance Tester maka harus dilakukan sesuai dengan prosedurnya. Berikut ini merupakan cara atau prosedur menggunakan alat Earth Tester atau Resistance Tester untuk mengukur nilai tahanan pentanahan. 

1. Pengecekan Daya Baterai


Arahkan selector switch ke pilihan [Batt. Check] setelah itu tekan tombol merah [Press To Test] lalu putar ke arah lock, selanjutnya lihat jarum penunjuk, apabila jarum penunjuk menunjuk ke arah [Batt. Good] maka alat siap untuk digunakan sebaliknya jika arah jarum penunjuk tidak menunjuk ke arah [Batt. Good] maka perlu pergantian baterai atau pengecasan alat terlebih dahulu.

2. Melakukan Penyesuaian Nol (Kalibrasi)


Hubungkan kabel pengukur hijau ke terminal E, kabel pengukur kuning ke terminal S (P), dan kabel pengukur merah ke terminal H (C) dan singkatkan (short) ujung tiga kabel pengukur.

3. Menghubungkan Kabel Pengukuran


Hubungkan elektroda pentanahan (Earthed Electrode Under Test) dan terminal E dengan kabel pengukur hijau. Membawa kedua gulungan, pindah ke lokasi pengukuran sambil mengulurkan kabel pengukuran. Tancapkan elektroda bantu 1 (Auxillary Earth Spikes) dengan jarak 10 m dan elektroda bantu 2 (Auxillary Earth Spikes) dengan jarak 20 m. Hubungkan kabel kuning ke elektroda bantu 1 dan kabel merah ke elektroda bantu 2.

4. Mengukur Tahanan Tanah 


Memilih nilai batas pengukuran dengan seletor switch selanjutnya tekan tombol merah [Press To Test] lalu putar ke arah lock. Jarum pengukuran akan menunjuk nilai tahanan pentanahan.
Batas Selector merupakan perkalian dari nilai yang ditunjuk oleh jarum isntrumen, misalnya jarum menunujukkan angka 5 dengan menggunakan batas x 1 Ω maka hasilnya 5 x 1 Ω = 5 Ω. Namun apabila menggunakan batas x 10 Ω maka nilainya 5 x 10 Ω = 50 Ω.

 
Jadi itulah cara menggunakanan Earth Tester atau Resistance Tester untuk mengukur nilai tahanan pentanahan atau grounding. Jika ada kesalahan atau pertanyaan mohon ditulis pada kolom komentar di bawah, sekian dan terima kasih.

Ashar Arifin
Ashar Arifin Seorang Mahasisiwa Teknik Elektro Yang Gemar Menulis Artikel Dan Berbagi Ilmu Bermanfaat

Post a Comment for "Cara Menggunakan Earth Tester Untuk Mengukur Nilai Tahanan Pentanahan"