Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Syarat dan 8 Macam Jenis CB (Circuit Breaker)

Sistem tenaga listrik yang ideal harus memenuhi beberapa kriteria salah satu diantaranya adalah aspek keamanan. Aspek keamanan dapat terpenuhi apabila suatu sisitem tenaga listrik memiliki sistem proteksi yang baik. Peralatan proteksi di bidang kelistrikan dikenal dengan sebutan CB (Circuit Breaker) yang memiliki beberapa jenis dan peruntukannya masing-masing. Nah berikut ini kami akan membahas tentang pengertian CB (Circuit Breaker), syarat-syarat CB, syarat-syarat CB, fungsi dan tujuan CB serta jenis-jenis CB.

macam macam circuit breaker

A. Pengertian CB (Circuit Breaker)

CB atau Circuit Breaker merupakan alat proteksi listrik yang berfungsi memutuskan aliran listrik ketika ada gangguan seperti hubung singkat (short circuit), beban lebih (overload), kebocoran arus, percikan bunga api dan gangguan lainnya. CB memiliki fitur seperti saklar untuk memutuskan arus listrik sehingga dapat digunakan lagi.


B. Fungsi CB (Circuit Breaker)

Fungsi CB atau circuit breaker adalah untuk memutuskan arus listrik saat terjadi gangguan hubung singkat (short circuit), beban lebih (overload), kebocoran arus, percikan bunga api.


C. Tujuan CB (Circuit Breaker)

Berikut ini beberapa tujuan yang diharapkan ketika CB dipasang

  1. Untuk melindungi kerusakan peralatan-peralatan listrik ketika terjadi gangguan.
  2. Untuk melindungi penghantar (isolasi kabel tidak terbakar) akibat beban lebih.
  3. Untuk membatasi arus listrik yang melebihi batas arus maksimumnya
  4. Untuk mencegah terjadinya kebakaran akibat gangguan listrik.


D. Syarat-Syarat CB (Circuit Breaker)

Berikut ini merupakan sayarat-syarat yang harus dipenuhi oleh alat proteksi CB

a. Kepekaan (Sensitifitas)

Kepekaan berarti kemampuan CB dalam mendeteksi adanya gangguan listrik, seperti arus yang melewati batas maksimum yang disebabkan oleh hubung singkat atau beban lebih

b. Kecepatan 

Sistem proteksi CB harus memiliki kecepatan kerja agar dapat melindungi peralatan listrik lainnya ketika terjadi gangguan

c. Selektifitas

Selektif berarti kemampuan CB dalam mengenal adanya gangguan sehingga tidak asal memutuskan arus listrik.


E. Klasifikasi CB (Circuit Breaker)

Berikut ini merupakan klasifikasi circuit breaker ditentukan berdasarkan prinsip kerja dari rele proteksi CB (Triping Action).

a. Thermal

CB dengan rele proteksi termal menggunakan bimetal (2 logam) yang memerlukan waktu untuk menaikkan panasnya. CB jenis ini mempunyai karakteristik waktu trip yang lambat karena begantung dengan kenaikan panas pada bimetal. Karakteristik CB tersebut sangat cocok untuk proteksi kabel yang membutuhkan waktu pemutusan yang lambat.

Prinsip kerja CB thermal, yaitu ketika arus pada suatu sistem kelistrikan naik melewati batas CB, maka 2 logam akan panas dan pada puncaknya akan berhimpitan dan jatuh sehingga menyebabkan trip. Kerja CB thermal juga bergantung dengan suhu ruangan sehingga waktu trip saat suhu ruangan panas akan lebih cepat diabndingkan saat suhu dingin

b. Magnetic

CB jenis ini memiliki inti besi yang merupakan jalur arus beban dan juga dikelilingi kumparan kawat yang bertindak sebagai elektromagnetic. Prinsip kerja CB magnetic adalah ketika arus listrik melampaui batas rating yang ditentukan maka akan ada gaya magnet yang muncul dan menyebabkan inti besi marik tuas ke arahnya sehingga membuat sambungan menjadi terbuka (terputus)

c. Thermal-Magnetic

CB jenis ini memiliki elemen thermal (elemen pemanas) dan lempengan yang menempel pada elemen thermal. Kerja CB ini akan lebih cepat dibandingkan CB thermal dan lebih lambat dibandingkan CB magnetic. Keja CB Thermal-Magnetic adalah ketika arus listrik terlampau tinggi melewati batas arus maksimum maka akan timbul gaya tarik menarik antar elemen yang tertempel pada lempeng sehingga membuat sambungan terputus (trip)


F. Jenis-Jenis CB (Circuit Breaker)

Berikut ini merupakan jenis-jenis CB / circuit breaker yang umum digunakan

1. MCB (Miniature Circuit Breaker)

jenis jenis cb circuit breaker

MCB merupakan alat proteksi arus lebih dan beban lebih yang dilengkapi dengan komponen thermis / bimteal (proteksi beban lebih) dan relay elektromagnetik (proteksi arus lebih / hubung singkat).

2. MCCB (Molded Case Circuit Breakers)

jenis jenis cb circuit breaker

MCCB merupakan peralatan listrik yang berfungsi sebagai alat proteksi dan penghubung. MCCB sebagai alat proteksi dari gangguan hubung singkat dan beban lebih yang biasanya digunakan untuk proteksi diatas 100 A. Pada jenis tertentu MCCB memiliki rating arus yang dapat diatur.

3. ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker)

jenis jenis cb circuit breaker

ELCB merupakan alat proteksi beban lebih, short circuit dan kebocoran arus. Kelebihan ELCB dibandingkan MCB adalah mampu memutuskan aliran listrik ketika terjadi kebocoran arus dan ketika ada makhluk hidup yang kesetrum.

4. NFB (No Fuse Circuit Breaker)

jenis jenis cb circuit breaker

NFB merupakan alat proteksi yang dapat menghubungkan / memutuskan arus listrik ketika rating arus yang melewati NFB melampaui batas arus yang telah diatur. Penyebab arus lirtrik yang tinggi disebabkan oleh hubung singkat dan beban lebih. Penggunaan NFB biasa digunakan pada motor induksi.

5. ACB (Air Circuit Braker)

jenis jenis cb circuit breaker

ACB merupakan alat proteksi yang dilengkapi dengan sarana peredam busur api berupa udara. ACB akan bekerja memadamkan busur api yang timbul saat proses switching atau saat ada gangguan dengan memanfaatkan udara di atmosfer. ACB dapat digunakan pada sistem listrik tenaga rendah ataupun menengah.

6. OCB (Oil Circuit Breaker)

jenis jenis cb circuit breaker

OCB merupakan alat proteksi yang dilengkapi dengan sarana peredam busur api berupa minyak. Ketika terjadi gangguan maka minyak yang dekat busur api akan menjadi uap minyak dan mengelilingi busur api sehingga terjadi peredaman.

7. VCB (Vacuum Circuit Breaker)

jenis jenis cb circuit breaker

VCB merupakan alat proteksi dengan meredam bunga api di ruang hampa udara saat terjadi switching atau saat gangguan. Salah satu contoh penggunaan VCB adalah di Recloser.

8. SF6CB (Sulfur Circuit Breaker)

jenis jenis cb circuit breaker

SF6CB merupakan alat proteksi yang mampu meredam bususr api saat terjadi switching atau gangguan dengan memanfaatkan gas SF6. Ketika busur api muncul maka gas SF6 akan ditembakkan ke bususr api tersebut dan membuat gas SF6 menyerap dan terjadilah peredaman (pemadaman). CB jenis ini merupakan CB terbaik saat ini dalam hal meredam busur api.

Jadi itulah materi tantang pengertian CB (Circuit Breaker), syarat-syarat CB, syarat-syarat CB, fungsi dan tujuan CB serta jenis-jenis CB. Semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman sekalin, sekian dan terima kasih.

Ashar Arifin
Ashar Arifin Seorang Mahasisiwa Teknik Elektro Yang Gemar Menulis Artikel Dan Berbagi Ilmu Bermanfaat

Post a Comment for "Syarat dan 8 Macam Jenis CB (Circuit Breaker)"