Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

5 Proses Penyaluran Energi Listrik Sampai Ke Rumah

Pada artikel ini kami akan membahas mengenai sistem tenaga listrik, proses penyalurasn energi listrik, gambar sistem tenaga listrik dan penjelasannya, gambar penyaluran energi listrik sampai ke rumah, operasi sistem tenaga listrik, fungsi masing-masing bagian sistem tenaga listrik, bagian-bagian sistem tenaga listrik dan komponen sistem tenaga listrik.

Tahukah kalian bahwa sistem tenaga listrik di Indonesia terlebih lagi untuk PLN terbagi menjadi 5 sistem yang saling terkait dan memiliki fungsi penting. Mulai dari pembangkit, gardu induk, transmisi, distribusi sehingga bisa sampai ke konsumen.

Nah masing-masing sistem tenaga listrik tersebut memiliki fungsi berbeda namun tujuannya sama, yaitu untuk menyalurkan energi listrik dari pembangkit menuju ke beban (konsumen). Berikut ini merupakan materi mengenai sistem tenaga listrik

Pengertian Sistem Tenaga Listrik

Sistem Tenaga Listrik adalah suatu sistem penyaluran energi listrik dari pusat pembangkit sampai ke konsumen. Dalam penyaluran energi listrik terdapat beberapa proses yang dilalui agar listrik dari pembangkit sampai kepada konsumen dengan baik. 

Di dalam sistem tenaga listrik tedapat beberapa komponen utama dalam penyaluran energi listrik, yaitu pembangkit, gardu induk, transmisi, distribusi dan konsumen. Adapun proses penyaluran listrik dapat dilihat pada gambar berikut ini.


Prosese Penyaluran Energi Listrik

 

skema penyaluran energi listrik sampai ke rumah

Gambar 1 Skema Penyaluran Tenaga Listrik


Berdasarkan gambar 1, penyaluran sistem tenaga listrik memuat beberapa komponen, yaitu mulai dari pembangkit - Gardu induk (step up) – transmisi – gardu induk (step down) – distribusi – konsumen. Berikut merupakan penjelasan dari komponen sistem tenaga listrik

1. Pembangkit Listrik

Pembangkit listrik merupakan salah satu komponen sistem tenaga listrik yang berfungsi untuk membangkitkan energi listrik. Terdapat beberapa jenis pembangkit yang ada di Indonesia mulai dari pembangkit energi terbarukan seperti PLTA, PLTB, PLTS sampai pembangkit yang menggunakan batu bara atau energi alam sebagai bahan bakarnya seperti PLTU, PLTG. 

Energi listrik yang dihasilkan dari proses pembangkitan disesuaikan dengan spesifikasi generator pembangkit yang biasanya berkisar 11 sampai 24 kV. Energi listrik yang dihasilkan pembangkit listrik akan diteruskan ke Gardu Induk untuk dinaikkan tegangannya menggunakan transformator step Up.

2. Gardu Induk (Step Up)

Gardu Induk (Step Up) biasanya berdekatan dengan pembangkit listrik sebab energi litrik yang dihasilkan pembangkit harus terlebih dahulu dinaikkan tegangannya sebelum ditransmisikan. Kenapa tegangan listrik harus dinaikkan sebelum ditransmisikan? Jawabannya adalah untuk mengurangi rugi-rugi daya pada saat ditransmisikan.

3. Transmisi

Transmisi merupakan komponen penyaluran listrik yang menghubungkan satu gardu induk ke gardu induk lain. Energi listrik yang ditransmisikan memiliki tegangan yang tinggi. Berdasarkan klasifikasi tegangannya, saluran transmisi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu

a. Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 200 – 500 kV

b. Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 30 – 150 kV

c. Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 

4. Gardu Induk (Step Down)

Pada gardu induk ini, energi listrik yang telah ditransmisikan diturunkan tegangannya menjadi 20 kV menggunkan transformator step down. Energi listrik dengan tegangan 20 kV akan didistribusikan ke konsumen.

5. Distribusi

Pada saluran distribusi dibagi menjadi dua, yaitu jaringan tegangan menengah (JTM) dan jaringan tegangan rendah (JTR). Energi listrik 20 kV didistribusikan menggunakn JTM dan kemudian akan diturunkan tegangannya mencapai 380/220 V menggunakan transformator step down yang ada di gardu distribusi. 

Setelah tegangan listrik menjadi 380/220 V, energi listrik didistribusikan menuju ke konsumen melalui JTR.

6. Konsumen

Konsumen merupakan pemakai energi listrik yang dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu konsumen rumahan yang memakai energi listrik dengan tegangan 220/380 V dan konsumen industri yang menggunakan energi listrik 20 kV.

Setiap komponen utama sistem tenaga lsitrik, yaitu pembangkit, gardu induk, transmisi dan distribusi memiliki sistem proteksinya sendiri sehingga apabila terjadi gangguan maka sistem proteksi tersebut akan bekerja dan mengamankan peralatan listrik dari gangguan.


Baca Juga : Materi Lengkap Sistem Distribusi Listrik

Jadi itulah meteri mengenai sistem tenaga listrik, mulai dari proses penyaluran energi listrik, gambar sistem tenaga listrik beserta penjelasannya, bagian-bagian sistem tenaga listrik, komponen-komponen sistem tenaga listrik dan gambar penyaluran energi listrik sampai ke rumah (konsumen).

Ashar Arifin
Ashar Arifin Seorang Mahasisiwa Teknik Elektro Yang Gemar Menulis Artikel Dan Berbagi Ilmu Bermanfaat

Post a Comment for "5 Proses Penyaluran Energi Listrik Sampai Ke Rumah"