Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

23 Komponen Panel Listrik Beserta Fungsinya

Apa saja komponen panel listrik, komponen panel satu phasa, komponen panel tiga phase, isi panel listrik, aksesoris panel listrik, alat instrumen panel listrik, alat proteksi pada panel listrik, alat kontrol pada panel listrik, bagian-bagian panel listrik. Perlengkapan panel listrik.

Komponen Panel Listrik

isi panel listrik 1 phase 3 phase

Di dalam suatu panel listrik terdapat beberapa komponen listrik yang bekerja satu sama lain. Ada yang bekerja sebagai proteksi, sebagai sistem kontrol, sebagai alat pengukuran dan sebagai penghantar daya listrik serta berfungsi sebagai pendukung aspek keindahan.

Panel listrik yang ideal harus menggunakan komponen-komponen yang sesuai standar, memenauhi aspek kemananan, keandalan dan keindahan. Berikut ini merupakan komponen panel listrik / perlengkapan panel listrik baik 1 phasa maupun 3 phasa beserta dengan penjelasan fungsinya masing-masing.

1. MCB (Miniature Circuit Breaker)

komponen panel listrik mcb

MCB adalah suatu alat proteksi di panel listrik yang berfungsi untuk memutuskan aliran listrik apabila terjadi gangguan hubung singkat (short circuit) atau beban lebih (overload) yang disebabkan oleh lonjakan listrik.

Contoh gangguan hubung singkat adalah terhubungnya antara phasa dengan netral sehingga hal ini membuat arus menjadi naik dengan cepat. Arus yang melebihi batas nominal MCB akan membuat MCB trip (memutsu aliran listrik). 

MCB yang tersedia dipasaran ada dua jenis, yaitu MCB 1 phasa dan MCB 3 Phasa. Rating arus maksimal MCB mencapai 63 A.


2. MCCB (Moulded Case Circuit Breaker)

komponen panel listrik mccb

MCCB adalah suatu alat proteksi di panel listrik yang berfungsi untuk mengamankan sistem listrik apabila terjadi gangguan, seperti hubung singkat atau beban lebih. Kerja MCCB sangat mirip dengan MCB hanya saja alat ini memiliki fitur lebih banyak dan mampu bekerja dengan rating arus mencapai 1000 A.

Beberapa fitur MCCB adalah  level trip yang dapat diatur, Interrupting Capacity sekitar 10 - 100 kA, dapat bekerja ketika tegangan sedang turun, mampu memutus arus dari sumber eksternal (shunt trip) dan rating arus yang tinggi mencapai 1000 A.

Untuk lebih jelasnya kalian bisa lihat artikel mengenai “MCB vs MCCB, Mana Yang Lebih Baik


3. Fuse / Sekring

komponen panel listrik fuse sekring

Fuse atau lebih dikenal dengan sekring pada panel listrik merupakan alat proteksi yang akan mengamankan peralatan listrik apabila terjadi gangguan. Jenis gangguan yang diamankan oleh fuse adalah gangguan beban lebih atau hubung singkat.

Fuse memiliki fungsi yang sama dengan MCB / MCCB hanya saja fuse ini hanya bisa digunakan sekali saja setelah berhasil mengamankan gangguan listrik.


4. OCR (Over Current Relay)

komponen panel listrik ocr

OCR atau relay arus lebih pada panel listrik berfungsi sebagai alat proteksi ketika terjadinya arus lebih akibat adanya gangguan hubung singkat. Tidak hanya itu OCR juga berfungsi untuk mengamankan transformator dari arus yang melebihi batas maksimalnya.


5. Magnetic Kontaktor

komponen panel listrik kontaktor

Magnetic Kontaktor adalah suatu alat yang ada di panel listrik yang digunakan untuk memutus dan menyambungkan arus listrik dengan memanfaatkan prinsip magnetik. Sehingga apabila arus listrik dihubungkan ke Coil kontaktor maka anak kontak akan bekerja yang semula terbuka / Normally Open  menjadi tertutup / Normally Close.

Kontaktor biasanya digunakan untuk instalasi motor listrik, heater, penerangan maupun untuk instalasi distribusi listrik. Apabila anak kontaktor tidak cukup maka dapat menambahkan kontaktor tambahan (contact block) yang dapat dipasang dan terhubung dengan kontaktor utama.


6. Relay Control

komponen panel listrik relay control

Relay Control pada panel listrik adalah suatu alat yang bekerja berdasarkan prinsip elektromagentik yang dapat membuat anak kontak NO / NC nya bekerja. Relay Control sangat mirip dengan Kontaktor Magnetic.

Hal yang membedakan relay control dengn kontaktor magnetic adalah penggunaanya. Anak kontak relay kontrol berfungsi untuk melayani sistem kontrol sedangkan anak kontak pada kontaktor magnetic berfungsi untuk melayani daya pada beban (motor).

Dalam pengguanaan sistem kontrol, alat ini mulai digantikan dengan PLC yang memiliki fitur melimpah dan lebih modern.


7. TOR (Thermal Overload Relay)

komponen panel listrik tor

TOR atau thermal overload relay adalah suatu alat proteksi yang ada di panel listrik yang berfungsi untuk mengamankan beban lebih (overload). TOR bekerja berdasarkan suhu (thermal) yang dideteksi oleh elemen bimetal. TOR memiliki settingan arus maksimal yang bisa diatur.

Prinsip kerja TOR adalah ketika terjadi beban lebih maka suhu akan mengingkat dan membuat elemen bimetal menjadi panas. Apabila suhu melewati batas settiingan arus yang maksimal maka bimetal memerintahkan TOR untuk melakukan pemutusan.

TOR biasanya digunakan bersamaan dengan kontaktor untuk melayani beban seperti motor listrik 3 phasa.


8. Timer Listrik

komponen panel listrik timer

Timer listrik atau timer delay relay adalah suatu alat di panel listrik yang berfungsi untuk menunda waktu ON (on delay) atau menunda waktu OFF (off delay). Timer ini memiliki settingan waktu yang bisa diatur.

Timer listrik biasa digunakan untuk rangkaian kontrol di industri yang terpasang bersamaan dengan komponen listrik yang ada di panel, seperti kontaktor, TOR, PLC, push button dan komponen kontrol lainnya.


9. PLC (Programmable Logic Control)

komponen panel listrik plc

PLC pada panel listrik adalah suatu alat mikroprosesor yang berfungsi untuk pengawasan dan pengontrolan mesin listrik pada automasi industri. PLC diinputkan sebuah Program logic dari komputer sehingga dapat bekerja otomatis.

Pada dasarnya PLC menggantikan kerja relay sequensial dalam suatu sitem kontrol. Sehingga apabila menggunakan PLC, maka sistem dapat bekerja otomatis. PLC memiliki fitur yang lebih banyak seperti adanya timer.


10. Pilot Lamp atau Lampu Indikator

komponen panel listrik pilot lamp lampu indikator

Pilot lamp atau lebih dikenal dengan lampu indikator panel listrik adalah sebuah lampu yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa di panel listrik sedang bertegangan. 

Berdasarkan PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik) bahwa phasa R – S - T secara berurutan menggunakan lampu merah – kuning – hijau. Namun ada juga panel yang hanya menggunakan satu warna lampu saja dan untuk membedakan jenis phasanya diberi keterangan jenis phasanya.


11. Ampere Meter

komponen panel listrik ampere meter

Ampere meter adalah suatu alat instrumen yang ada di panel listrik yang berfungsi untuk mengukur nilai arus listrik. Salah satu komponen penting pada ampere meter adalah ct (current transformator). Ada ampere meter satu phasa dan ada yang tiga phasa.

Ampere meter yang tersedia dipasaran ada dua tipe, yaitu tipe analog dan tipe digital. Disarankan untuk menggunakan tipe yang terbaru, yaitu digital untuk memudahkan dalam pembacaan arus yang lebih tepat.


12. Volt Meter

komponen panel listrik volt meter

Volt meter adalah suatu alat instrumen yang ada di panel listrik yang berfungsi untuk mengukur nilai tegangan listrik. Ada volt meter satu phasa dan ada yang tiga phasa.

Volt meter yang tersedia dipasaran ada dua jenis, yaitu volt meter analog dan volt meter digital. Disarankan untuk menggunakan tipe yang terbaru, yaitu digital untuk memudahkan dalam pembacaan tegangan yang lebih tepat.


13. Frekuensi Meter

komponen panel listrik frekuensi meter

Frekuensi meter yang ada pada panel listrik berfungsi sebagai alat instrumen (pengukur) nilai frekuensi yang ada pada panel tersebut. Besar nilai frekuensi di Indonesia adalah 50 Hz sedangkan di negara lain ada yang menggunakan frekuensi 60 Hz.


14. Power Meter

komponen panel listrik power meter

Power meter pada panel listrik berfungsi untuk mengukur banyak nilai besaran listrik seperti arus (I), tegangan (V), daya (P) cos phi, frekunesi (F) dan besaran listrik lainnya. Alat ini mamuat beberapa alat instrumen listrik lainnya.

Alat ini sangat cocok digunakan agar panel tidak penuh dengan alat instrumen listrik. Sehingga cukup dengan menggunakan alat ini maka besaran listrik, seperti arus, tegangan, daya, cos phi, frekuensi dan besaran listrik lainnya dapa diukur.


15. Selector Switch

komponen panel listrik selector switch

Selector switch atau saklar pilih pada panel listrik berfungsi sebagai saklar yang bisa digunakan untuk ON / OFF atau menjalankan fungsi lainnya. Fungsi lainnya yang dimaksud adalah bisa digunakan untuk menggerakan konveyor maju / mundur.

Perbedaan mendasar anatara selector switch dengan push button adalah dalam hal posisi. Push button akan bekerja apabila ditekan dan tidak akan bekerja ketika tidak ditekan (tekanan dihilangkan). Sedangkan selector switch akan bekerja apabila diputar ke kiri / kanan dan masih akan bekerja selama berada di posisinya itu (kecuali posisi off).


16. Push Button

komponen panel listrik push button

Push Button atau saklar tekan pada panel listrik adalah alat yang bekerja sebagai saklar. Push button terbagi menjadi dua, yaitu normally open (NO) dan Normallya Closed (NC). 

Push button NO artinya dalam keadaan normal (tidak ditekan) ia akan membuka (tidak terhubung / off ). Sedangkan Push button NC artinya dalam keadaan normal (tidak ditekan) ia akan menutup (terhubung / on).

Push button biasa digunakan untuk rangkaian kontrol industri untuk menghidupkan kontaktor yang terhubung dengan beban (motor listrik).


17. Emergency Stop

komponen panel listrik emergency stop

Emergency Stop atau tombol emergency pada panel listrik adalah tombol yang berfungsi untuk memutuskan seluruh aliran listrik pada panel sehingga dapat menghentikan semua peralatan listrik yang terhubung dalam panel.

Tombol ini sangat penting ketika untuk mematikan mesin listrik yang bekerja tidak normal ataupun saat terjadi kecelakaan kerja akibat mesin listrik.


18. HMI (Human Machine Interface)

komponen panel listrik hmi

HMI atau Human Machine Interface pada panel listrik adalah suatu perangkat canggih yang terdiri dari perangkat keras dan lunak yang berfungsi untuk mengatur interaksi manusia dengan mesin.

Dengan adanya teknologi antarmuka ini membuat user (pengguna) dapat mengetahui data-data yang ada pada mesin dan melakukan perintah kepada mesin melalui HMI saja. HMI sangat membantu pengguna dalam interaksi dengan mesin-mesin yang kompleks.


19. Kabel Penghantar

komponen panel listrik kabel penghantar

Kabel penghantar pada panel listrik adalah alat yang berfungsi untuk menghantarkan listrik dari satu komponen ke komponen lainnya. Kabel yang digunakan pada sistem kontrol berjenis serabut sedangkan pada sistem daya berjenis kabel pejal / tunggal.

Pastikan menggunakan kabel standar dengan kualitas tinggi untuk menjamin kinerja alat -alat pada panel listrik bekerja dengan baik.


20. Busbar

komponen panel listrik busbar

Busbar pada panel listrik adalah suatu alat yang berbentuk lempengan tembaga yang berfungsi untuk menghantarkan energi listrik. Busbar digunakan untuk menghantarkan aliran listrik dan sebagai pengganti kabel berpenampang besar.

Dengan tegantinya kabel yang memiliki penampang besar membuat isi panel listrik terlihat lebih rapi. Namun, tetap harus berhati-hati karena busbar tidak memiliki isolasi sehingga membuatnya bertegangan.


21. Omega Rails atau Din Rails

komponen panel listrik omega rail

Omega rails pada panel listrik merupakan alat yang terbuat dari bahan logam yang berfungsi sebagai frame atau tatakan untuk menempelnya komponen listrik yang ada di panel, seperti MCB, kontaktor, plc dan komponen lainnya.


22. Wire Duct

komponen panel listrik wire duct

Wire duct pada panel listrik merupakan bahan yang terbuat dari bahan PVC yang berfungsi sebagai jalur kabel. Bahan ini sangat penting dalam mendukung aspek keindahan dalam penjaluran kabel pada panel listrik.


23. Terminal Block

komponen panel listrik terminal block

Terminal block pada panel listrik merupakan alat yang berfungsi sebagai tempat penyambungan kabel yang masuk dan keluar. Dengan adanya terminal block membuat panel terlihat rapi dan lebih profesional.


Baca Juga : Komponen / Perlengkapan PHB Tegangan Rendah

Jadi itulah pembahasan mengenai komponen-komponen yang ada pada panel listrik, fungsi komponen panel listrik, aksesoris panel listrik, komponen panel listrik 1 phase dan 3 phase, bagian-bagian panel listrik, isi dari panel listrik. Perlengkapan panel listrik. Semoga dapat bermanfaat bagi kalian, terima kasih. 

Ashar Arifin
Ashar Arifin Seorang Mahasisiwa Teknik Elektro Yang Gemar Menulis Artikel Dan Berbagi Ilmu Bermanfaat

Post a Comment for "23 Komponen Panel Listrik Beserta Fungsinya"