Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perbedaan Listrik Fasa Netral Dan Grounding

Dalam suatu instalasi penerangan terdapat komponen utama seperti kabel, saklar, lampu, mcb dan komponen lainnya yang memiliki fungsi tersendiri. Komponen-komponen tersebut dipasang dalam sebuah instalasi penerangan sehingga dapat menyalakan beban lampu.

Salah satu komponen penting yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik adalah kabel / penghantar. Terdapat 3 macam atau jenis kabel di bidang instalasi, yaitu kabel fasa, kabel netral dan kabel grounding (pentanahan).

Apakah kamu dapat mengidentifikasi dan membedakan yang mana kabel fasa, netral atau grounding? 3 macam kabel tersebut sebenarnya memiliki perbedaan utama, yaitu dalam segi warnanya.

Untuk lebih jelasnya, di artikel kali ini kami akan membahas mengenai perbedaan kabel fasa, netral dan grounding. Selain itu kami juga akan menunjukkan standarisasi kabel fasa, netral dan grounding sesuai dengan PUIL 2000 dan 2011.

Tapi sebelum itu kalian harus memahami terlebih dahulu sebenarnya apa itu kabel fasa? Apa itu kabel netral? Apa itu kabel grounding / pentanahan? Apa fungsi kabel fasa, netral dan grounding. Berikut ini kami jelaskan. Simak materi dengan baik yah brosis

Perbedaan Kawat Dan Kabel

panghantar kawat dan kabel

Kawat dan kabel merupakan bahan yang digunakan untuk menghantarkan arus listrik. Namun terdapat perbedaan antara kawat dan kabel. Kawat merupakan penghantar yang tidak memiliki isolasi sedangkan kabel merupakan suatu penghantar berupa kawat yang berisolasi.

Perbedaan Kabel Fasa Netral Grounding

pengertian kabel fasa netral dan ground

Kabel Fasa

Fasa merupakan sebutan untuk kabel atau penghantar aliran lsitrik yang bertegangan. Untuk mengidentifikasi atau mengetahui apakah suatu kabel adalah fasa maka dapat digunakan alat tespen. Apabila tespen menyala maka kabel tersebut adalah kabel fasa yang memiliki tegangan.

Standarisasi Warna Kabel Fasa

Suatu kabel fasa dapat diidentifikasi melalui standarisasi warna kabelnya. Di Indonesia telah ditetapkan melalui PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik) mengenai standarisasi kabel. Ada dua jenis standarisasi kabel fasa, yaitu berdasarkan PUIL 2000 dan PUIL 2011.

  • Standarisasi Warna Kabel Fasa Berdasarkan PUIL 2000

Berdasarkan PUIL 2000 ditetapkan bahwa warna kabel fasa adalah L1 : merah, L2 : kuning dan L3 : hitam. Untuk lebih jelasnya kalian bisa lihat pada gambar berikut ini.

perbedaan listrik fasa netral ground

  • Standarisasi Warna Kabel Fasa Berdasarkan PUIL 2011

perbedaan listrik fasa netral ground

Sedangkan menurut PUIL 2011 telah ditetapkan bahwa warna kabel fasa adalah L1 : hitam, L2 : cokelat dan L3 : abu abu. Untuk lebih jelasnya kalian bisa lihat pada gambar berikut ini.

Berdasarkan ketetapan warna kabel di atas maka untuk sekarang ini sebaiknya menggunakan warna kabel sesuai dengan aturan terbaru yaitu pada PUIL 2011.


Kabel Netral

Netral merupakan sebutan penghantar / kabel listrik yang tidak memiliki tegangan (bertegangan nol). Cara lebih mudah untuk mengetahui apakah suatu penghantar adalah netral adalah dengan menggunakan tespen. Apabila tespen tidak menyala maka kabel tersebut adalah netral.

Standarisasi Warna Kabel Netral

perbedaan listrik fasa netral ground

Seperti halnya dengan kabel fasa, standarisasi kabel netral juga diatur di dalam PUIL 2000 dan 2011. Untuk kabel netral sampai saat ini belum mengalami perubahan warna alias masih tetap berwarna biru. Untuk lebih jelasnya lihat gambar warna standarisasi kabel netral di atas.


Kabel Grounding (Pentanahan)

Kabel grounding merupakan jenis kabel yang digunakan sebagai proteksi dalam mengamankan arus gangguan dengan cara mengalirkannya ke tanah (bumi). 

Kabel grounding sebenarnya jarang dipakai untuk instalasi penerangan. Namun untuk instalasi tenaga dan juga sistem tenaga yang bertegangan tinggi, menengah bahkan rendah, sistem grounding harus terpasang.

Sistem grounding harus memiliki tahanan yang kecil oleh karena itu untuk sistem grounding biasa digunakan kabel dengan kawat tembaga dan dengan luas penampang yang lebih besar konduktor lainnya.

Standar Luas Penampang Kabel Grounding

tabel luas penampang kabel ground pentanahan

Di dalam gambar terlihat bahwa S merupakan ukuran penghantar fasa dan netral. Sehingga dari tabel terlihat jelas bahwa luas penampang kabel grounding selalu lebih besar. Misalkan luas penampang kabel fasa (S) adalah 10 mm2 maka luas penampang kabel grounding harus 16 mm2.

Standarisasi Warna Kabel Grounding

perbedaan listrik fasa netral ground

Di dalam PUIL 2000 dan 2011 telah ditetapkan bahwa warna kabel grounding adalah warna hijau-kuning. Perlu kalian ketahui bahwa untuk sistem grounding ada juga yang hanya menggunakan kawat (penghantar tanpa isolasi).

Kawat penghantar sistem grounding biasa digunakan untuk kelistrikan yang lebih besar dan menjadi alternatif untuk hemat biaya sebab pengahantar tanpa isolasi lebih murah dibandingkan dengan penghantar berisolasi.


Contoh Penggunaan Kabel Fasa Netral Dan Grounding

Berikut ini merupakan instalasi sederhana dari sebuah kotak kontak yang dihubungkan dengan sumber listrik (fasa dan netral) dengan sistem proteksi berupa grounding.

perbedaan listrik fasa netral ground

Kalian bisa lihat bahwa instalasi tersebut telah memenushi standarisasi warna kabel menurut PUIL. Namun apabila kalian kekurangan kabel dengan warna yang standar PUIL 2011 maka boleh menggunakan warna kabel sesuai standarisasi kabel menurut PUIL 2000.


Apa Tujuan Standarisasi Warna Kabel?

Tujuan utama dalam standarisasi warna kabel adalah untuk menyeragamkan warna sebuah penghantar agar mudah untuk diidentifikasi atau dikenali. 

Ada beberapa negara yang memiliki standarisasi warna kabel yang sama dengan negara lain sehingga untuk mengetahui fasa, netral atau grounding akan lebih mudah.

Kemungkinan Pertanyaan : Bolehkan kita menggunakan warna kabel yang tidak sesuai standarisasi warna kabel yang diatur PUIL? Karena warna kan hanya untuk identifikasi sedangkan fungsinya tetap sama, yaitu menghantarkan listrik.

Jawaban : Tindakan tersebut sebaiknya jangan dilakukan meskipun untuk memasang instalasi rumah sendiri. Mengapa demikain? Karena Apabila kalian menggunakan warna kabel yang tidak sesuai, dan instalasi listrik di rumah kalian mengalami gangguan maka kalian akan kerepotan untuk mengenali jenis kabel dan sulit menemukan gangguan listrik.

Terlebih lagi apabila orang lain seperti instalatir atau teknisi listrik lain yang akan memperbaikinya maka mereka akan keropotan dalam mengenali jenis kabel listrik di rumahmu.

Oleh karena itu sangat disarankan untuk selalu menggunakan kabel dengan warna yang sesuai dengan standarisasi yang telah ditetapkan oleh lembaga kelistrikan seperti dalam PUIL 2000 dan 2011.


Simbol Kabel Fasa Netral Grounding

Dalam sebuah diagram satu garis yang merupakan perencanaan instalasi listrik maka terdapat simbol simbol kabel yang harus diketahui. Nah berikut ini merupakan simbol kabel fasa, netral dan grounding (pentanahan) pada diagram satu garis.

simbol kabel diagram satu garis

Pada gambar simbol tersebut terlihat perbedaan antara kabel fasa, netral dan ground sehingga seorang instalatir atau teknisi listrik akan lebih mudah dalam membaca diagram satu garis suatu instalasi listrik.


Baca Juga : Alat Pelindung Diri (APD) Untuk Instalasi

Jadi itulah materi mengenai perbedaan antara fasa, netral dan grounding. Materi pengertian fasa, netral dan grounding listrik. Dan juga kami telah menjelaskan mengenai standarisasi warna kabel listrik menurut PUIL 2000 dan PUIL 2011.

Semoga apa yang telah kami bagikan ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan kalian khususnya di bidang kelistrikan. Sekian dan kami akhiri dengan ucapan terima kasih. 

Ashar Arifin
Ashar Arifin Seorang Mahasisiwa Teknik Elektro Yang Gemar Menulis Artikel Dan Berbagi Ilmu Bermanfaat

Post a Comment for "Perbedaan Listrik Fasa Netral Dan Grounding"