Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian, Fugsi, Cara Kerja, Bagian Bagian Lightning Arrester

Suatu sistem tenaga listrik baik itu pada Gardu Induk maupun pada jaringan distribusi harus memiliki alat proteksi surge tegangan (lonjakan tegangan).

Salah satu alat proteksi yang digunakan adalah Lightning Arrester (LA) atau juga disebut sebagai Surge Arrester. Alat ini sering dijumpai pada sistem tenaga listrik.

Materi Lightning Arrester Atau Surge Arrester

materi lightning surge arrester

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai pengertian Arrester, bagian-bagian Arrester, prinsip kerja atau cara kerja Arrester jenis-jenis Arrester berdasarkan tegangan kerjanya dan pemasangan Arrester yang baik


Pengertian Surge Arrester

Arrester atau penangkap petir adalah suatu alat proteksi lonjakan tegangan yang diakibatkan oleh sambaran petir (Lightning Surge) atau surja hubung (Switch Surge). Alat ini dipasang pada sistem tenaga listrik atau gardu induk.

Secara sederhana Arrester ini bekerja dengan menangkap sambaran petir sehingga arus gangguan yang dihasilkannya akan dialirkan ke tanah melalui sistem pentanahan.


Bagian Bagian Arrester

Suatu Arrester memiliki bagian-bagian tertentu sehingga dapat berfungsi sebagai proteksi lonjakan tegangan. Nah berikut ini merupakan bagian-bagian Arrester (penangkap petir) beserta penjelasannya

1. Elektroda

Elektroda merupakan bagian Arrester yang berfungsi sebagai terminal. Elektroda bagian atas dihubungkan dengan bagian yang bertegangan sedangkan elektroda bagian bawah dihubungkan ke tanah (melalui sistem pentanahan).

2. Spark Gap (Sela Percikan)

Spark Gap atau sela percikan merupakan bagian Arrester yang bekerja ketika terjadi tegangan lebih. Bagian ini bekerja dengan cara mengeluarkan bususr api akibat adanya tekanan gas yang ditimbulkan oleh tabung fiber yang terbakar.

3. Valve Resistor (Tahanan Katup)

Valve Resistor merupakan bagian Arrester yang berfungsi sebagai hambatan atau tahanan. Bagian ini terbuat dari bahan yang mudah berubah ketika terjadi perubahan tegangan secara tiba-tiba. Oleh karena itu nilai tahanannya tidak tetap (non linear)


Prinisp Kerja Arrester

Suatu Arrester dipasang untuk proteksi ketika terjadi surge petir atau surge hubung. Benda ini dipasang pada sistem tenaga listrik baik distribusi maupun pada gardu induk.

Nah bagaimana sih prinsip kerja dari Arrester ini? Berikut ini prinsip kerja atau cara kerja Lightning Arrester pada sistem tenaga listrik saat kondisi normal dan gangguan.

a. Saat Kondisi Normal

Dalam kondisi normal, Arrester bekerja sebagai isolator sehingga aliran listrik dari jaringan lewat melalui FCO (Fuse Cut Off) dan diteruskan ke Transformator (Pada Gardu Distribusi).

b. Saat Kondisi Gangguan

Kondisi gangguan di sini adalah ketika terjadi sambaran petir atau gangguan lain yang menyerbabkan lonjakan tegangan. Saat terjadi lonjakan tegangan tersebut maka Arrester akan bekerja sebagai konduktor dengan nilai tahanan yang relatif rendah dari keadaan normal.

Dengan tahanan rendah tersebut membuat arus gangguan yang dihasilkannya memilih untuk melalui Arrester (bekerja sebagai konduktor) dan kemudian diteruskan ke tanah melalui sistem pentanahan.

Ketika tegagangan surge sudah hilang maka tahanan Arrester berubah menjadi tinggi sehingga membuatnya kembali menjadi Isolator.

Initnya : cara kerja Arrester yaitu dengan membuat jalan arus gangguan akibat surge tegangan setelah itu diteruskan ke tanah. Dengan adanya Arrester membuat peralatan listrik lainnya terlindungi.

Namun jika tidak ada Arrester maka apabila terjadi Surge Petir maka arus lebih yang dihasilkannya akan dialirkan ke peralatan listrik lainnya dan membuat peralatan listrik tersebut rusak.


Jenis Jenis Surge Arrester

Surge Arrester terbagi menjadi beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan spesifikasi dan tempat pemasangannya. Berikut ini merupakan jenis jenis surge Arrester.

1. Arrester Sekunder

Arrester sekunder memiliki rating tegangan kerja di bawah 1 kV yang berarti proteksi lonjakan tegangannya tidak besar.

2. Arrester Distribusi

Arrester distribusi memiliki rating tegangan kerja 1 kV hingga 36 kV yang sesuai dengan tegangan jaringan distribusi umum (11 kV atau 20 kV)

3. Arrester Menengah 

Arrester menengah memiliki rating tegangan kerja 3 kV hingga 120 kV. Jenis Arrester ini termasuk jenis Arrester yang memiliki kemampuan dalam menahan arus gangguan yang tinggi.

4. Arrester Kelas Pos

Arrester menengah memiliki rating tegangan kerja 3 kV hingga 684 kV. Dari semua jenis Arrester yang telah disebutkan sebelumnya, Arrester jenis ini memberikan kemampuan menahan arus gangguan tertinggi.


Pemasangan Surge Arrester

Pemasangan Arrester ditempatkan sedekat mungkin dengan peralatan yang akan dilindungi misalnya transformator. Hal tersebut dikarenakan jarak antara Arrester dengan transformator akan mempengaruhi besarnya tegangan yang sampai ke transformator tersebut.

Untuk menentukan jarak ideal antara Arrester dengan peralatan yang dilindunginya maka bisa digunakan Metode Pantulan Berulang.

Metode Pantulan Berulang merupakan metode pendekatan yang dilakukan dengan cara mengamati jejak dari pemantulan gelombang surja sehingga dapat ditentukan jarak maksimum lighting arrester dengan peralatan yang dilindunginya.

Metode Pantulan Berulang ini juga digunakan untuk menentukan panjang maksimum dari kabel penghubung peralatan dengan saluran transmisi.


Baca Juga : 5 Komponen Utama Proteksi Tenaga Listrik


Jadi itulah penjelasan mengenai Lightning Arrester / Surge Arrester mulai dari pengertian Arrester, bagian-bagian Arrester, prinsip kerja atau cara kerja Arrester jenis-jenis Arrester berdasarkan tegangan kerjanya dan pemasangan Arrester yang baik.

Sekian dulu penjelasan dari kami mengenai sistem proteksi khususnya Lightning Arrester / Surge Arrester. Sekian dan terima kasih.

Referensi Website : abdulelektro & pengadaan.web.id

Ashar Arifin
Ashar Arifin Seorang Mahasisiwa Teknik Elektro Yang Gemar Menulis Artikel Dan Berbagi Ilmu Bermanfaat

Post a Comment for "Pengertian, Fugsi, Cara Kerja, Bagian Bagian Lightning Arrester"