Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

8 Perbedaan dan 5 Persamaan Relay Dan Kontaktor

Dua komponen listrik yang sering digunakan pada sistem kontrol adalah relay dan kontaktor. Dua komponen ini sama-sama berfungsi sebagai saklar, yaitu untuk menghubungkan dan memutuskan aliran listrik pada suatu rangkaian.

Relay dan kontaktor tenyata memiliki beberapa persamaan yang lain. Dibalik persmaannya itu, relay dan kontaktor juga memiliki perbedaan yang mendasar baik dari segi fisik, fungsi, kerja dan penggunaannya.

Di dalam artikel ini kami akan membahas mengenai relay dan kontaktor mulai dari pengertian relay dan kontatkor, fungsi relay dan kontatkor, persamaan relay dan kontatkor, perbedaan relay dan kontatkor, simbol relay dan kontatkor serta bagian bagian relay dan kontatkor.

Apa Itu Relay?

fungsi relay

Relay adalah salah satu komponen listrik yang berfungsi untuk memutus dan menghubungkan aliran listrik pada suatu rangkaian dengan kontrol dari sumber tegangan yang masuk ke coil-nya.

Simbol Relay

gambar simbol relay
Gambar Simbol Relay

Bagian Bagian Relay

gambar bagian bagian relay
Gambar Bagian Bagian Relay

  • Terdapat 1 pasang coil, yaitu A1 dan A2
  • Terdapat 2 kontak NO (normally open) dan 2 kontak NC (normally close)
  • Terdapat armature (tuas) yang dikaitkan dengan pegas di dalam relay yang berfungsi untuk memilih posisi NO atau NC pada Relay, tergantung adanya tegangan yang masuk ke coil Relay.


Apa Itu Kontaktor?

fungsi kontaktor

Kontaktor adalah salah satu komponen listrik yang bekerja berdasarkan prinsip elektromagnetik yang berasal dari coil-nya dan berfungsi untuk memutus dan menghubungkan suatu rangkaian listrik

Simbol Kontaktor

gambar simbol kontaktor
Gambar Simbol Kontaktor

Bagian Bagian Kontaktor

gambar bagian bagian kontaktor
Gambar Bagian Bagian Kontaktor

  • Terdapat 1 pasang coil, yaitu A1 dan A2
  • Terdapat 1 kontak NO (normally open) dan 1 kontak NC (normally close)
  • Terdapat 3 kontak (L1, L2, L3) untuk melayani beban listrik (seperti motor 3 phasa)
  • Terdapat armature (tuas) yang dikaitkan dengan pegas yang ada di dalam kontaktor yang berfungsi untuk memilih posisi NO atau NC pada kontaktor, tergantung adanya tegangan yang masuk ke coil kontaktor.


Perbedaan Relay dan Kontaktor

persamaan relay dan kontaktor

Meskipun sama sama dapat menghubungkan aliran listrik ternyata relay dan kontaktor memiliki banyak berpedaan. Nah berikut ini merupakan perbedaan antara Relay dan kontaktor.

Perbedaan Kontaktor Dan Relay

Kontaktor

Relay

Ukuran Relay lebih kecil dibadingkan kontaktor

Ukuran kontaktor lebih besar dibadingkan Relay

Kapasitas arus Relay terbilang kecil, biasanya tidak lebih dari 10 A

Kapasitas arus kontaktor cukup bedar, bisa lebih dari 10 A

Penggunaan Relay umumnya digunakan sebagai komponen sistem kontrol seperti pelengkap PLC

Penggunaan kontaktor umumnya digunakan untuk melayani beban 3 phasa seperti motor induksi 3 phasa

Jumlah kontak pada Relay lebih sedikit dibandingkan kontaktor. Memiliki kontak coil (A1, A2), dan setidaknya memiliki 2 kontak NO dan NC

Jumlah kontak pada kontaktor lebih banyak. Kontaktor memiliki kontak coil (A1, A2), memiliki 1 set kontak daya 3 phasa (L1, L2, L3), dilengkapi 1 kontak NO dan NC. Bahkan kontaktor bisa ditambahkan kontak bantu NO dan NC dengan menggunakan contact block

Tidak mempunyai kontak untuk melayani beban 3 phasa

Mempunyai 1 set kontak daya 3 phasa (L1, L2, L3) untuk melayani beban 3 phasa

Dapat digunakan pada listrik AC dan DC

Hanya dapat digunakan untuk listrik AC

Rating tegangan Relay kontrol maksimum 250 V

Rating tegangan Kontaktor maksimum 1000 V

Tidak dilengkapi peredam busur karena bebannya tidak besar

Dilengkapi dengan peredam busur karena bebannya cukup besar


Persamaan Relay dan Kontaktor

Selain memiliki perbedaan, ternyata relay dan kontaktor memiliki persamaan juga. Nah berikut ini merupakan persamaan antara Relay dan kontaktor.

1. Relay dan kontaktor menggunakan gaya elektromagnetik untuk membuka dan menghubungkan kontak.

2. Memiliki kontak NO (normally open) dan kontak NC (normally close).

3. Dapat digunakan sebagai alat kontrol untuk menghubungkan dan memutuskan aliran lsitrik.

4. Hanya dengan menggunakan sumber listrik dengan arus rendah maka dapat mengendalikan beban dengan arus yang lebih besar.

5. Sama-sama memiliki kontak utama (koil) A1 dan A2 yang apabila dialiri arus listrik / sumber tegangan maka akan membentuk medan magnet.


Baca juga : 23 Komponen Yang Ada Pada Panel Listrik

Jadi itulah meteri dan pembahasan mengenai persamaan relay dan kontaktor, perbedaan relay dan kontaktor, simbol relay dan kontaktor, bagian bagian relay dan kontaktor serta fungsi relay dan kontaktor.

Sekian dulu dari kami, semoga materi yang telah kami bagikan dapat bermanfaat bagi kalian semua, terima kasih.

Ashar Arifin
Ashar Arifin Seorang Mahasisiwa Teknik Elektro Yang Gemar Menulis Artikel Dan Berbagi Ilmu Bermanfaat

1 comment for "8 Perbedaan dan 5 Persamaan Relay Dan Kontaktor"