Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

8 Contoh Sistem Open Loop dan Close Loop

Salah satu materi yang terkenal dalam sistem kendali atau system control adalah sistem control open loop (sistem kendali lingkar terbuka) dan sistem control close loop (sistem kendali lingkar tertutup).

Kedua sistem tersebut sangat berperan dalam mendeskripsikan prinsip keja suatu perlatan atau sistem. Ada yang outputnya tidak berpengaruh terhadap aksi control dan ada juga outputnya yang meberikan feedback (umpan balik) terhadap aksi pengontrolan.

pengertian sistem open loop dan close loop

Nah pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan pengertian dan sistem control open loop (sistem kendali lingkar terbuka) dan sistem control close loop (sistem kendali lingkar tertutup).

Pengertian Sistem Control Open Loop

penjelasan sistem kontrol open loop lingkar terbuka

Sistem control open loop (sistem kendali lingkar terbuka) adalah suatu sistem yang keluarannya (output) tidak memberikan pengaruh terhadap aksi kontrol. 

Sehingga output yang dihasilkan sistem ini tidak dapat dijadikan umpan balik (feedback) ke dalam masukan sistem pengontrolan.

Untuk memperkecil kesalahan dari keluaran (output) maka sistem loop terbuka ini memanfaatkan kalibrasi atau dengan cara mengetahui hubungan antara masukan dan keluaran. Sehingga apabila memberikan suatu masukan maka hasilnya sudah dapat diketahui.


Contoh Sistem Loop Terbuka (Open Loop)

1. Televisi

sistem kontrol open loop lingkar terbuka

Dari gambar sistem open loop televisi dapat dijelaskan sebagai berikut :

Input : Input pada sistem open loop televisi berupa sumber listrik AC yang dihubungkan ke televisi

Controller : Saklar atau tombol on-off televisi / remot berfungsi sebagai kontrol atau mengatur ON / OFF nya sebuah televisi

Plant : Televisi berperan sebagai Plant (beban) atau objek yang dikendalikan tombol.

Output : On / Off nya tv merupakan hasil keluaran (output) dari sistem open loop ini.


2. Mesin Cuci

sistem kontrol open loop lingkar terbuka

Dari gambar sistem open loop mesin cuci dapat dijelaskan sebagai berikut :

Input : Input pada sistem open loop mesin cuci berupa sumber listrik yang dihubungkan ke mesin cuci.

Controller : Saklar timer berfungsi sebagai kontrol atau mengatur waktu ON / OFF nya mesin / dinamo / motor listrik mesin cuci.

Plant : Motor atau dinamo mesin cuci berperan sebagai Plant atau objek yang dikendalikan oleh controller (saklar timer)

Output : ON atau OFF nya mesin cuci merupakan hasil keluaran (output) dari sistem open loop ini.


3. Traffic Light (Lampu Lalu Lintas) Otomatis

sistem kontrol open loop lingkar terbuka

Dari gambar sistem open loop traffic light dengan menggunakan mikrokontroller dapat dijelaskan sebagai berikut :

Input : Input pada sistem open loop traffic light berupa sumber listrik yang dihubungkan ke mikrokontroller yang dimiliki oleh traffic light.

Controller : Mikrokontroller berperan sebagai controller yang mengatur waktu nyala dan tarnsisi lampu merah, kuning dan hijau.

Plant : Lampu merah, kuning dan hijau berperan sebagai Plant (beban) atau objek yang dikendalikan oleh controller (mikrokontroller)

Output : ON atau OFF nya lampu merah, kuning dan hijau merupakan hasil keluaran (output) dari sistem open loop ini.


4. Kipas Angin

penjelasan sistem kontrol open loop lingkar terbuka

Dari gambar sistem open loop kipas angin dapat dijelaskan sebagai berikut :

Input : Input pada sistem open loop traffic light berupa sumber listrik yang dihubungkan ke saklar kipas angin.

Controller : saklar berperan sebagai controller yang mengatur ON / OFF dan juga kecepatan kipas angin

Plant : Motor listrik / dinamo kipas angin menjadi plant atau objek yang dikendalikan oleh saklar.

Output : ON, OFF dan kecepatan putaran kipas angin merupakan hasil keluaran (output) dari sistem open loop ini.


Lihat Juga : 7 Contoh Loop Terbuka (open Loop)


Pengertian Sistem Control Close Loop

penjelasan sistem control close loop lingkar tertutup

Sistem control close loop (sistem kendali lingkar tertutup) adalah suatu sistem yang keluarannya (outputnya) memberikan pengaruh terhadap aksi kontrol. 

Sehingga kesalahan yang dihasilkan pada keluaran dapat menjadi feedback (umpan balik) ke dalam masukan sistem.

Keluaran sistem akan selalu memberikan feedback ke masukan sampai hasil keluarannya sesuai yang diinginkan (diatur). Jadi keluaran akan berhenti memberikan feedback apabila nilai / hasilnya sudah sesuai.


Contoh Sistem Loop Tertutup (Close Loop)

1. Setrika Listrik

sistem control close loop kendali lingkar tertutup

Dari gambar sistem close loop setrika dapat dijelaskan sebagai berikut :

Input : Input (masukan) pada sistem close loop setrika berupa sumber listrik yang dihubungkan ke setrika.

Controller : Selector switch (saklar pilih) berperan sebagai controller untuk On-Off setrika dan juga untuk memilih tingkat suhu setrika yang diinginkan.

Plant : Elemen pemanas pada setrika berperan sebagi beban / objek yang diatur oleh selector switch.

Sensor : Thermostat berperan sebagai sensor untuk membaca dan mengatur tingkatan suhu yang telah diatur oleh selector switch. 

Apabila nilai suhu (output) sesuai dengan yang diatur maka thermostat tidak akan bekerja untuk memberikan feedback. 

Namun apabila nilai suhu (output) tidak sesuai dengan yang diatur maka thermostat akan memberikan feedback kepada sistem sampai nilai suhu sesuai yang diinginkan.

Output : Tingkatan suhu panas yang diinginkan menjadi hasil keluaran (output) pada sistem close loop setrika ini.


2. AC

sistem control close loop pada ac

Baca Juga : 13 Komponen AC dan Fungsinya

Dari gambar sistem close loop AC dapat dijelaskan sebagai berikut :

Input : Input (masukan) pada sistem close loop AC berupa sumber listrik yang dihubungkan ke AC.

Controller :  Remot dan PCB control berperan sebagai controller. Remot digunakan untuk mengatur suhu dari AC sedangkan PCB control menerima perintah dari Remot kemudian mengontrol peralatan pendingin AC.

Plant : Peralatan pendingin AC seperti Kompresor, Kondensor dan Evaporator berperan sebagai plant (Objek) yang dikendalikan oleh PCB control.

Sensor : Thermistor berperan sebagai sensor untuk membaca dan mengatur tingkatan suhu pada AC. 

Apabila nilai suhu (output) sesuai dengan yang diatur pada remote  maka thermistor tidak akan bekerja untuk memberikan feedback kepada PCB kontrol. 

Namun apabila nilai suhu (output) tidak sesuai dengan yang diatur di remot maka thermistor akan memberikan feedback kepada PCB control agar mengatur kerja Kompresor, Kondensor dan Evaporator sehingga di dapatkan nilai suhu yang diinginkan.

Output : Tingkatan suhu yang diatur di remot menjadi hasil keluaran (output) pada sistem close loop AC ini.


3. Lampu Otomatis Sensor LDR (Light Dependent Resistor)

Sedikit penjelasan mengenai LDR : LDR merupakan sebuah komponen listrik yang berfungsi sebagai saklar yang prinsip kerjanya bergantung dengan intensitas cahaya di sekitarnya. Sehingga LDR berfungsi sebagai saklar dan sensor.

sistem control close loop kendali lingkar tertutup

Dari gambar sistem close loop lampu otomatis dapat dijelaskan sebagai berikut :

Input : Input (masukan) pada sistem close loop lampu otomatis berupa sumber listrik yang dihubungkan ke lampu dan sensor LDR.

Controller :  Saklar LDR berperan sebagai controller yang mengatur aliran listrik menuju ke lampu sehingga mengendalikan ON / OFF nya lampu.

Plant : Lampu berperan sebagai Plant atau objek yang dikendalikan oleh komponen LDR.

Sensor : Sensor LDR berperan sebagai sensor yang membaca intensitas cahaya di sekitarnya. Sehingga apabila intensitas cahayanya kurang maka sensor LDR akan memberikan feedback kepada saklar LDR untuk menyalakan lampu.

Namun ketikan intensitas cahayanya tinggi maka sensor LDR akan memberikan feedback kepada saklar untuk mematikan lampu. 

Output : ON / OFF nya lampu (plant) menjadi output dari sistem close loop pada lampu otomatis sistem LDR ini.


4. Rice Cooker

sistem control close loop kendali lingkar tertutup

Baca Juga : Prinsip Kerja Rice Cooker

Dari gambar sistem close loop setrika dapat dijelaskan sebagai berikut :

Input : Input (masukan) pada sistem close loop setrika berupa sumber listrik yang dihubungkan ke setrika.

Controller : Selector switch (saklar pilih) berperan sebagai controller untuk menentukan mode rice cooker, yaitu mode cook (memasak) atau mode warm (pemanas)

Plant : Elemen pemanas atau heater pada rice cooker berperan sebagi beban / objek yang diatur oleh selector switch. . Terdapat 2 heater pada rice cooker, yaitu H1 untuk mode cook dan H2 untuk mode warm.

Sensor : Thermostat berperan sebagai sensor untuk membaca dan mengatur tingkatan suhu pada mode cook dan warm

Di dalam rice cooker terdapat 2 buah thermostat yaitu T1 dan T2. T1 membaca suhu tertinggi dan mengalihkan mode cook ke warm. Sedangkan T2 membaca dan memebrikan sinyal ke H2 untuk menjaga suhu di mode warm.

Proses : Ketika memasak nasi maka selector switch memilih mode cook sehingga H1 bekerja. Ketika suhu mencapai nilai tertinggi (nasi telah masak) maka T1 mendeteksi sehingga mengatur mode menjadi warm.

Output : Perpindahan dari mode cook ke warm (berarti nasi telah masak) menjadi hasil keluaran (output) pada sistem close loop rice cooker ini.


Lihat Juga : 7 Contoh Close Loop (Loop Tertutup)


Baca Juga : Pengertian, Komponen, Kelebihan Kekuranagn Sistem Open Loop dan Close Loop


Jadi itulah materi mengenai pengertian dan beberapa contoh sistem open loop (sistem kendali lingkar terbuka) dan contoh sistem close loop (sistem kendali lingkar tertutup). 

Untuk materi lebih lengkap mengenai sistem open loop dan close loop kalian bisa cek link di atas. Semoga apa yang telah kami bagikan dapat bermanfaat bagi kalian. Terima kasih.

Ashar Arifin
Ashar Arifin Seorang Mahasisiwa Teknik Elektro Yang Gemar Menulis Artikel Dan Berbagi Ilmu Bermanfaat

Post a Comment for "8 Contoh Sistem Open Loop dan Close Loop"